Potensi Perkembangan Ekonomi di Negara Asia

Potensi Perkembangan Ekonomi di Negara Asia

Potensi Perkembangan Ekonomi di Negara Asia – Perkembangan ekonomi di seluruh dunia sempat mengalami gonjangan hebat karena COVID-19. Kehadiran wabah virus ini memberikan suatu ancaman yang besar dan bahkan masih menjadi pandemi yang belum usai sampai saat ini. Laju perkembangan negara-negara pun mengalami gangguan dan bahkan sektor ekonomi di berbagai negara, bahkan termasuk juga negara maju, sempat mengalami kemerosotan yang cukup tinggi. Bencana global ini masih tetap ada sampai saat ini walau kondisinya sudah mulai bisa ditekan dengan munculnya vaksin untuk virus tersebut. Perekonomian pun berangsur pulih dan negara-negara kembali mulai berjalan di jalur yang tepat dalam menyongsong perkembangan ekonomi.

Logasiamag – Terkait dengan perkembangan ekonomi, ada hal yang menarik di Asia. Berdasarkan prediksi dan kalkulasi yang dilakukan dalam studi oleh World Data Lab, negara-negara di Asia diprediksi akan mengalami peningkatan ekonomi yang sangat signifikan. Bahkan, diprediksi bahwa sekitar 1 milyar orang di Asia akan mulai memasuki kelas ekonomi menengah. Kelas ini ditandai dengan pengeluaran per kapitanya yang ada di rentangan 11hingga 110 dollar Amerika Serikat. Namun, ini bukan suatu studi dan penelitian tanpa alasan. Kemungkinan tersebut pun akan segera terjadi karena itu semua diprediksi akan terjadi pada tahun 2030. Tentu ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Dalam hal ini, China atau Tiongkok dan India menjadi dua negara utama yang akan mengalami perkembangan signifikan tersebut.

Bonus demografi

Hal ini tidak lain karena kondisi demografi yang ada. Bonus demografi yang ada membuat orang-orang di kelas bawah akan berangsur meningkat dengan tingginya persentase orang muda yang akan muncul dan memicu potensi perkembangan ekonomi yang besar. Generasi muda yang berkembang di era yang sudah sangat maju dengan akses informasi dan pengetahuan yang ada dipastikan akan menjadi faktor utama yang biasa juga disebut sebagai bonus demografi. India dan Tiongkok sendiri menjadi dua perhatian utama karena dua negara ini merupakan negara dengan populasi terpadat di Asia. Namun, tak hanya dua negara tersebut saja tapi juga negara lainnya. Secara khusus, Indonesia pun juga diprediksi terkait perkembangan ekonomi yang ada dan itu tak lepas dari bonus demografi yang ada.

Perkembangan memang bisa dikatakan terjadi secara umum di negara-negara Asia. Ini tak lepas dari fakta yang ada seat ini di mana sekitar separuh orang dengan kelas ekonomi menengah yang ada berasal dari Asia. Dengan jangka waktu yang cukup singkat di kisaran2030 nantinya, demografi yang ada akan semakin pesat karena kehadiran generasi muda yang akan mulai berkecimpung di dunia karir dan ini tentu sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara. Area dengan jumlah penduduk padat memang memiliki potensi yang lebih besar dalam mencapai perkembangan ekonomi yang ada. Ini tak bisa dilepaskan dari adanya bonus demografi yang ada. Selain tiga negara tersebut, Bangladesh juga mendapatkan prediksi yang serupa.

Tentu saja, itu masih berupa prediksi. Itu semua berasal dari analisis data yang ada. Namun, bidang ekonomi bisa saja mengalami hambatan dalam proses perkembangan masyarakat yang akan memasuki kelas menengah tersebut. Ini sama halnya dengan kemunculan pandemi COVID-19 yang tak terprediksi dan sempat hampir melumpuhkan ekonomi di berbagai negara. Dengan adanya potensi hal yang tak terduga tersebut, tentu kondisi demograsi memang benar-benar harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan perkembangan ekonomi. Hal ini tentu juga berlaku untuk Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Prediksi yang ada pun juga mengemukakan akan kemungkinan juga akan bisa mengalami penurunan dengan potensi demografi yang akan menyebabkan meningkatnya jumlah masyarakat di kategori kelas menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *